gambar
Hari Ini :

Beranda » Info SMAIT » Malam Bina Iman Taqwa

Sabtu, 18 Januari 2014 - 08:23:17 WIB
Malam Bina Iman Taqwa
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Info SMAIT - Dibaca: 1773 kali

Memperingati maulid nabi sebenarnya masih merupakan kontroversi. Namun jika niatnya untuk mengingat perjuangan Rosulullah, membina generasi untuk mewujudkan negeri madani, tak ada salahnya kan? Apalagi masa ini, banyak bermunculan idola-idola yang belum jelas juntrungannya. Generasi muda saat membutuhkan sosok idola sempurna dan paripurna, dalam kepemimpinan, akhlak, agama, sosial kemasyarakatan.

Pada tanggal 13 Januari 2014, Aktifis Markaz Islamy (AMI) SMAIT mengadakan Malam Bina Iman Taqwa (Mabit) dengan tema "The Greatest Memory of Rasulullah". Kegiatan ini dilaksanakan malam hari di Kompleks sekolah dan pendopo kelurahan Pucangan, Kartasura. Kegiatan ini, selain sebagai momentum mengingat sejarah Nabi Muhammad saw, juga sebagai sarana peningkatan ruhiah melalui Qiyamul lail.

Siswa datang ke sekolah selepas magrib, membawa bekal Quran dan alat ibadah. Untuk persiapan bahkan siswa pulang siang pada hari senin. Siswa presensi, dan mendapatkan mutabaah/target ibadah semalam itu. Ketika adzan isya’ berkumandang siswa mengambil air wudhu, dan bersiap sholat  Isya’.

Kegiatan dibuka selepas Isya oleh Ustadz Khumaidi selaku pembina AMI, pembukaan dilakukan di masjid Asy Syaikhoh Ummu Abdullah. Kemudian siswa berbondong-bondong menuju Pendopo Kelurahan Pucangan untuk mengikuti kegiatan utama pada malam itu. Dibuka oleh MC, tilawah oleh Faiz X-1, diikuti oleh sambutan Kepala Sekolah Uztadz, Heri Sucitro, S.Pd, kemudian sambutan dari Ketua AMI Syadad Hanif, siswa kelas XI IPA 1. Untuk memeriahkan suasana, dipersembahkan beberapa senandung nasyid dari grup Nasyid kelas XI Ncoustic.

Pada kegiatan ini, pembicara yang diundang adalah, Bapak Bimawan, S.P. Ustadz Madrasah Aliyah Negeri Program Khusus (MAN PK) Surakarta. Pada kesempatan itu beliau menyampaikan pentingnya meneladani Nabi, juga beberapa peristiwa sederhana yang menunjukkan kemuliaan akhlak Nabi, misalnya ketika Nabi menemui seorang pengemis buta, dan menyuapi makanan dengan baik. Akhirnya pengemis yahudi buta itu bersyahadad, setelah Rasulullah wafat. Dan beberapa kisah lain, yang sederhana, tapi mengena.

Setelah taushiah berakhir, siswa menuju ke kelas-kelas untuk istirahat,mempersiapkan energi, bangun di sepertiga malam terakhir, untuk Qiyamul lail. Siswa bangun pukul 03.00 pagi, bersuci, kemudian berjajar rapi di dalam masjid. Semoga qiyamul lail menjadi energi, bekal menghadapi hari, dengan akhlak islami, meneladani Nabi.